Minggu, 24 November 2013

Legenda Tulungagung

Kabupaten Tulungagung adalah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Tulungagung terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Tulungagung

Pada tahun 1205 M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.

Bupati Tulungagung dan para pengikutnya (1880-1920)
Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan beliau. Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)
Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)
Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Bayalangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)

Legenda Desa Ngunut

Ngunut adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Yang terkenal dengan Industri konveksi tas rangsel, ikat pinggang, baju celana TNI. Ngunut merupakan lumbung padi Tulungagung. Penghasil ikan Gurami terbesar di Kabupaten Tulungagung.

Sejarah Ngunut

Konon dahulu asal mula desa Ngunut, para sesepuh desa Ngunut menyebutnya dengan sebutan nunut (bahasa Jawa: numpang). Sebab dahulu banyak orang yang bepergian jauh dari daerah manapun selalu singgah (bahasa Jawa: mampir) di warung, posko polisi, yang bermaksud untuk sekedar nunut atau numpang, istirahat, karena seringnya orang-orang yang mampir, akhirnya daerah tersebut diberi nama “Ngunut”, sampai sekarang cerita asal muasal desa tersebut sangat singkat sekali, yaitu adanya nama desa Ngunut dikarenakan banyak orang yang sering nunut atau numpang.

1 komentar:

  1. mengomentari sedikit. konon menurut ceritera orang tuaku,memang betul apa yg dikatakan dlm sejarah tadi,tapi sedikit yg perlu diketahui orang kalau mau ke T.Agung akan melewati bulak yg sangat panjang 2tempat. Dan masing2 banyak begal/rampok jadi ngepos dulu di ngunut sambil menanti banyak orang lalu bareng2 ke T.Agung dan dengan demikian begal akan takut

    BalasHapus